Perkembangan Keperawatan

Perkembangan Keperawatan Ditulis Oleh : Abdul Wachid, SH,M.H
Perkembangan keperawatan di dunia diawali sejak manusia itu diciptakan , dimana pada dasarnya manusia diciptakan telah memiliki naluri untuk merawat diri sendiri sebagai mana tercermin dari seorang ibu.[1]  Kemudian dilanjutkan pada zaman purba yang memiliki keyakinan akan mistis yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia, kepercayaan ini dinamakan animisme.
Selanjutnya pada zaman keagamaan , perkembangan keperawatan mulai bergeser kearah spritual di mana seseorang yang sakit dapat disebabkan karena dosa-dosa yang telah dilaksanakan sehingga mendapatkan kutukan dari Tuhan. Pusat perawatan adalah rumah – rumah ibadah, sehingga pada saat itu pimpinan agama dapat disebut sebagai tabib. Pada zaman masehi, keperawatan dimulai pada perkembangan agama Nasrani, dimana pada saat itu banyak membentuk diakones (deaconesses), suatu organisasi wanita yang bertujuan mengunjungi orang-orang sakit sedangkan yang laki-laki berfungsi untuk mengubur yang mati. Zaman sebelum perang kedua, tokoh keperawatan Florence Nightingale (1820-1910) menyadari pentingnya suatu sekolah untuk mendidik para perawat.

Setelah perang kedua selesai, perkembangan keperawatan diawali dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi sehingga menimbulkan pola tingkah laku individu , ada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dengan diawali adanya penemuan-penemuan obat atau cara-cara untuk memberikan penyembuhan pada pasien, upaya pada pelayanan kesehatan juga terdapat kebijakan negara tentang peraturan sekolah perawat.  Pada tahun 1948 perawat diakui sebagai profesi sehingga pada sat itu pula terjadi perhatian dalam pemberian penghargaan pada perawat atas tanggungjawabnya dalam tugas.
Periode tahun 1950 perawat mulai menunjukan perkembangan khususnya penataan pada sistem pendidikan, terbukti dengan adanya pendidikan setingkat master dan doktoril di Amerika. Kemudian proses keperawatan muali dikembangkan dengan memberikan pengertian bahwa perawatan adalah suatu proses, yang dimuali dari pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
Perkembangan keperawatan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kolonialismen pada masa penjajahan. Perawat pada mulanya disebut sebagai verpleger dengan dibantu oleh zieken oppaser sebagai penjaga orang sakit, perawat tersebut pertama kali bekerja di rumah sakit Binnen Hospital yang terletak di Jakarta pada tahun 1799 yang ditugaskan untuk memelihara kesehatan staf dan tentara belanda, sehingga akhirnya pada masa penjajahan Belanda terbentuklah dinas kesehatan tentara dan dinas kesehatan masyarakat. Pada masa tersebut juga didirikan  beberapa rumah sakit seperti rumah sakit stadsverband yang sekarang dikenal dengan nama Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo.
Setelah kemerdekaan pada tahun 1952 untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan maka didirikan sekolah perawat, kemudian pada tahun 1962 dibuka pendidikan keperawatan setara dengan diploma. Pada tahun 1985 untuk pertama kalinya pendidikan keperawatn setingkat sarjana ada di Indonesia. Setelah lokakarya pada tahun 1983, proses menjadika perawat sebagai tenaga profesional sudah mulai dirasakan dengan adanya proses pengakuan dari profesi lainnya.

[1] A. Azizi Alimun Hidayat, Pengantar Konsep Dasar Keperawatan, , Salemba Medika, Jakarta, 2004, hal. 15.